04/04/12

Mengetahui Masa Subur Wanita

Mengetahui wanita subur perlu diketahui oleh pasangan keluarga, karena masa suburan wanita tidak setiap waktu. Ada kalanya masa wanita subur kurang dimanfaatkan untuk mencoba mendapatkan anak. Sebuah pernikahan tanpa hadirnya anak sering menjadi pemicu pertengkaran pada pasangan suami istri. Namun terkadang seorang suami harus dihadapkan pada kenyataan bahwa sang istri kurang subur.

Kesuburan pada seorang wanita biasanya dimulai dari usia 12 tahun hingga 48 tahun. Anda belum mengetahui tanda-tanda wanita subur? Berikut ini ada tips sederhana yang bisa membantu Anda.

1. Siklus haid


Wanita yang mempunyai siklus haid teratur setiap bulan biasanya subur. Satu putaran haid dimulai dari hari pertama keluar haid hingga sehari sebelum haid datang kembali, yang biasanya berlangsung selama 28 hingga 30 hari. Oleh karena itu siklus haid dapat dijadikan indikasi pertama untuk menandai seorang wanita subur atau tidak.

2. Alat pencatat kesuburan

Kemajuan teknologi seperti ovulation thermometer juga dapat dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi kesuburan seorang wanita. Thermometer ini akan mencatat perubahan suhu badan saat wanita mengeluarkan benih atau sel telur. Bila benih keluar, biasanya thermometer akan mencatat kenaikan suhu sebanyak 0,2 derajat celsius selama 10 hari. Namun jika wanita tersebut tidak mengalami perubahan suhu badan pada masa subur, berarti wanita tersebut tidak subur.

3. Tes darah

Wanita yang siklus haidnya tidak teratur, seperti datangnya haid tiga bulan sekali atau enam bulan sekali biasanya tidak subur. Jika dalam kondisi seperti ini, beberapa tes darah perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab dari tidak lancarnya siklus haid. Tes darah dilakukan untuk mengetahui kandungan hormon yang berperan pada kesuburan seorang wanita.

4. Pemeriksaan fisik

Untuk mengetahui seorang wanita subur juga dapat diketahui dari organ tubuh seorang wanita. Beberapa organ tubuh, seperti buah dada, kelenjar tiroid pada leher, dan organ reproduksi. Kelenjar tiroid yang mengeluarkan hormon tiroksin berlebihan akan mengganggu proses pelepasan sel telur. Sedangkan pemeriksaan buah dada ditujukan untuk mengetahui hormon prolaktin di mana kandungan hormon prolaktin yang tinggi akan mengganggu proses pengeluaran sel telur. Selain itu, pemeriksaan sistem reproduksi juga perlu dilakukan untuk mengetahui sistem reproduksinya normal atau tidak.

5. Track record

Wanita yang pernah mengalami keguguran, baik disengaja ataupun tidak, peluang terjangkit kuman pada saluran reproduksi akan tinggi. Kuman ini akan menyebabkan kerusakan dan penyumbatan saluran reproduksi. Oleh karena itu, track record wanita yang pernah mengalami keguguran juga harus diperhatikan.

Nah, dengan beberapa tips sederhana ini tentu tidak salah jika seorang pria memutuskan untuk menikah lebih selektif. Kesuburan calon istri juga harus diperhatikan demi kebahagian yang sempurna dengan hadirnya sang buah hati

.

Semoga menambah pengetahuan dan bermanfaat azberita.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar