14/03/12

Stress Ternyata dapat Mempererat Ikatan Pernikahan

Tidak selamanya stres membuat kehidupan rumah tangga dipenuhi konfilk dan berujung pada perceraian. Namun, pakar pernikahan menjelaskan bahwa stres juga dapat menguatkan ikatan pernikahan.

Sebelumnya, penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa stres yang dihadapi dalam kehidupan pernikahan dapat berfungsi sebagai 'latihan' bagi pasangan menikah. Menurut Liza Neff dan Elizabeth Broady peneliti dari Department of Human Development and Family Sciences di University of Texas, pasangan yang telah berhasil mengatasi kondisi stres mereka di masa lalu menjadi lebih percaya diri ketika menghadapi masalah baru dalam rumah tangga.

Hal ini pun diakui oleh psikiater Gian Gonzaga, yang mengatakan bahwa stres akut benar-benar dapat meningkatkan kualitas hubungan pernikahan. Namun dengan satu syarat, asalkan ditangani dengan baik. Misalnya, pasangan mampu memberikan dukungan yang tepat saat Anda menghadapi stres.

"Apakah Anda mampu memberikan support? Jika Anda sedang stres dan membutuhkan partner yang mau mendengarkan keluh kesah serta membantu mengatur emosi. Namun kenyataannya, pasangan hanya bisa memberikan solusi tapi tidak memberikan dukungan secara emosional," ujar Gonzaga, seperti yang dikutip dari MSN.

Istri akan merasakan stresnya berkurang setelah sang suami memberikan dukungannya. Sedangkan pria justru terbiasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Jadi, jika suami merasa stres dan melihat dukungan yang diberikan justru sebagai omelan, maka itulah contoh dukungan yang diberikan tidak tepat.

Gonzaga juga menemukan, kepuasan hubungan menurun hingga 61 persen jika seseorang berada dalam tekanan, dan pasangannya tidak dapat mendukung dia dengan baik. Di sisi lain, stres yang terus menerus datang dan dukungan yang sesuai dari pasangan dapat memperkuat ikatan dalam kehidupan rumah tangga.

.

Semoga menambah pengetahuan dan bermanfaat azberita.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar